Sudah pernah dengar tentang Urban Sosial Forum?
apa Urban Sosial Forum itu? nah disini saya akan menjelaskan sedikit tentang
USF.
Urban Social Forum merupakan sebuah inisiatif
bersama untuk diskusi dan berbagi pengalaman bagi aktifis perkotaan yang
diadakan 1 tahun sekali. Forum ini bersifat sukarela dan terbuka bagi siapa
saja yang tertarik pada masalah-masalah perkotaan.
Penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai
273,2 juta jiwa pada tahun 2025. Sekitar 68 persen diantaranya hidup di
perkotaan.
Empat provinsi di jawa yaitu Jakarta, Jawa
Barat, Banten dan DIY akan mengalami laju urbanisasi hingga 80 persen lebih.
(BPS 2013).
Kenyataan ini akan dibarengi dengan semakin meningkatnya
masalah perkotaan seperti permukiman kumuh,
sampah, kemiskinan, polusi, kemacetan dan kriminalitas yang tinggi. Nah
pertanyaan nya, siapkah kota-kota di Indonesia menghadapi tantangan tersebut
?
“Indonesia Urban Social Forum” mengajak semua
pihak yang punya kepedulian terhadap masalah perkotaan bergabung dalam satu
forum sosial guna berbagi pengalaman terkait masalah perkotaan dan memberi
kesempatan untuk siapapun menyampaikan gagasan, debat ide, mengkreasi solusi
alternatif, adu argumentasi, melakukan perencanaan serta merealisasikan aksi
nyata. .
Dengan mengangkat tema “Another City is
Possible”, forum bersama ini diharapkan menjadi alternatif jalan menuju kota
yang lebih baik bagi kita semua.
Gimana? tertarik untuk ikut forum nya gak ?
klick Di Sini Aja ! (pendaftaran
gratis loh.)
Untuk pertama kalinya Surabaya menjadi tuan
rumah untuk USF ini yang berlokasi di Universitas 17 Agustus 1945. dan suatu
kehormatan untuk UKM Fordimapelar yang di beri kesempatan untuk mengisi
pertunjukan seni di USF nanti yang akan berkolaborasi juga dengan UKM Musik dan
UKM Theater pada tanggal 19 Desember 2015
"Arek-arek Suroboyo sing ndue pemikiran, ide, dan gagasan inovatif,
dipersilakan berpartisipasi. : D "
Bakal ada ratusan panelis yang diundang loh.
Diperkirakan ada seribu orang pengunjung.
Cakupan isu yang dibahas akan lebih luas dan
merata. Dengan demikian, arek-arek Suroboyo yang tak pernah miskin ide, akan
lebih bebas berekspresi. Tidak ada sekat untuk berdiskusi membahas pengembangan
kota dari segala aspek.
Tagline utama USF adalah “Another City is
Possible”. Korelasinya kuat dengan semangat awal serta visi-misi USF. Yakni,
memberi ruang kebebasan untuk berbagai ide demi mewujudkan kota yang humanis
dan modern. Gagasan baru yang lahir melalui forum ini bakal menjadi solusi
alternatif yang representatif.
Kota adalah milik masyarakat
Diakui atau tidak, kota-kota di Indonesia saat
ini didominasi oleh kepentingan pasar, kapitalis, elit usaha, pengembang, dan
penguasa. Nah, itu jelas tidak sehat dan menghambat perkembangan.
USF mengajak para pemerhati, mahasiswa,
akademisi, aktivis dan warga untuk urun rembug memikirkan problem kota. Asal
tahu saja, elemen-elemen tadi merupakan aset berharga sebuah peradaban.
Kota adalah milik masyarakat dengan segala latar
belakang sosial. Bukan hanya monopoli kaum penggede-penggede sing guayane
gak ketulungan. Sumbunge koyok wong sing gak isok mati. Kempas, kempas! *lho,
kok dadi koyok bengok’an bakul kempas?
Tahun ini, USF mengundang 19 panel
yang akan dihadiri oleh 118 penggiat kota baik nasional maupun internasional.
Mantan wali kota Surabaya Tri Rismaharini, Sandyawan Sumardi , Kebun binatang
Surabaya, Bappeko Surabaya, BAPPEDA Palu, Peta Jakarta, Elanto Wijoyono
(aktivis Pesepeda), Retno Hastijanti - Untag Surabaya
,Adapun peserta yang hadir di tingkat universitas dalam negeri adalah IPB, ITB,
UNS, UNDIP, dan UNTAG Surabaya. Selain itu, panitia
juga sudah bersosialsasi ke UNAIR, ITS, dan UGM. “Akan hadir pula penggiat kota
dari Brazil, India, Swedia, Singapura, Filipina, USA, dan Korea Selatan,
Pelaksanaan USF menekankan pentingnya strategi
kolaborasi dan “Partnership for change”. Kunci kekuatan dalam membentuk
karakter kota yang baik di masa datang adalah melangkah bersama dengan berbagai
gagasan konstruktif.
Semakin banyak yang peduli, semakin banyak yang
bergerak dan melakukan sesuatu perubahan, pasti semakin baik pula efeknya.
Indonesia kaya inovasi
Indonesia memiliki banyak kota yang tak pernah
surut inisiatif. Mulai dari gerakan berbasis teknologi untuk perbaikan tata
kelola kota, sampai gerakan berbasis komunitas untuk mengurangi dampak polusi
dan kerusakan lingkungan.
Ada pula kelompok budaya, alternatif pelestarian
warisan pusaka, gerakan advokasi urban poor, dan gerakan politik alternatif.
Mereka adalah komponen penting pembentuk kota.
Kedepan, kota tidak lagi menggantungkan diri
pada pendekatan konvensional yang top-down dan terpusat pada pemerintah.
Sudah saatnya, kota dibangun dengan aksi kolaboratif dan model kepemimpinan
yang terbuka serta partisipatif.
Oh iyo, Rek. Jangan hanya karena pembicaranya
sangar-sangar, kamu minder untuk datang. Ilingo, arek Suroboyo iku yo
pinter-pinter lan berwibawa prejengane. Siapa arek Suroboyo itu? Ya,
kamu. Iya…. Kamu….
Jadilah salah satu agen perubahan melalui
gagasan sederhana namun aplikatif yang kamu miliki. Masio jik gak nduwe
gagasan, yo gak popo. Mari bersama menyerap ilmu dan wawasan di sana.
Mlebue gratis, Rek! Ajaken konco-koncomu ben
tambah rame. Tapi daftar dhisik nang
kene ae. Dengan demikian, makin banyak gagasan yang berbasis keinginan
mengubah kota-kota menjadi lebih nyaman.
Yo nyaman gawe ditinggali, yo nyaman pisan gawe
beraktifitas. Aktifitas sing nyidekno aku karo awakmu, iku lho, maksudku….
#tsahh